Ampera tempo doeloe

Jembatan Ampera adalah jembatan yang menghubungkan daerah hulu dan ilir di Kota Palembang

Pulau kemaro

Pulau kemaro adalah bukti kecil adanya kerajaan sriwijaya

Masjid Agung

Masjid Agung adalah masjid termegah di Sumatra Selatan

Gunung Dempo

Gunung Dempo adalah gunung satu-satunya di Sumatra Selatan

Pempek

Pempek adalah salah satu makanan khas palembang yang sangat terkenal

Sabtu, 27 April 2013

Cerita Singkat Bumi Sriwijaya


Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 17 Juni 683 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").

PETA KOTA PALEMBANG
 
Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi yang dilintasi Jembatan Ampera dan berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah. 

Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya) adalah salah satu kemaharajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam bahasa Sansekerta, sri berarti “bercahaya” dan wijaya berarti “kemenangan”.
Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan diantaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dari Jawa di tahun 990, dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel, selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya.
Setelah Sriwijaya jatuh, kerajaan ini terlupakan dan eksistensi Sriwijaya baru diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d’Extrême-Orient.

Itulah tentang cerita singkat tentang "Bumi Sriwijaya"

Thanks your coming !

Palembang Kota Tertua di Indonesia



PALEMBANG KOTA TERTUA


Siapa yang tahu kota tertua di Indonesia ? Ternyata Kota Palembang adalah kota Tertua yang ada di Indonesia ini yang didirikab pada tanggal 17 Juni 683 Masehi dan faktanya kota Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatera setelah Kota Medan. Sangat banyak peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Selatan ini yang dimanfaatkan sebagai tempat objek wisata. Selain itu, Sumatera Selatan mempunyai Jembatan AMPERA ( Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat) sebagai jembatan kebanggan masyarakat Sumatera Selatan terutama masyarakat Kota Palembang untuk menghubungkan Daerah Ilir dan Daerah Hulu.
Selain sebagai ikon Palembang, jembatan ini juga memiliki fungsi yang sangat vital dalam transportasi di Pulau Sumatera. Selain sebagai penghubung antara dua wilayah kota Palembang yang dipisahkan oleh aliran Sungai Musi, jembatan ini berfungsi pula sebagai jalur transportasi darat yang menghubungkan  Pulau Jawa dan Provinsi Lampung  dengan Provinsi Jambi, Riau hingga Aceh. Jalur yang menggunakan jembatan ini dikenal sebagai Jalur Lintas Timur Sumatera.



Sejarah Kota Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semanjung Malaya pada abad ke - 9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya”
Dijaman dahulu Kerajaan Sriwijaya dipimpin oleh Sultan Balaputeradewa. Kerajaan Sriwijaya sangat disegani oleh kerajaan lain di Asia karena ketangguhannya dan kekayaannya.
 Salah satu bukti bahwa kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan yang tangguh, kaya dan kuat adalah adanya armada angkatan laut yang memberikan perlindungan kepada negara-negara lain karena Sriwijaya memiliki banyak negara bawahan.
Tidak sampai disitu saja dijaman modern ini Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Bapak Ir H Alex Noerdin juga sangat disegani atas kesuskesan yang dicapainya dalam membangun dan memimpin Sumatera Selatan ini untuk mewujudkan Provinsi Sumatera Selatan yang gemilang.
Sekian informasinya :D Thanks / Terima Kasih


Referensi:

http://www.belantaraindonesia.org/2012/06/5-kota-tertua-di-indonesia.html